Minggu, 16 Oktober 2016

Membuat Cerpen Berjudul “Sahabat... Kenapa Harus Kamu?"


August 09, 2016
Selamat datang semuanya.. Bicara tentang cerpen pasti kalian semua bisa membuat cerpen sendiri yang bagus dan menarik. Nah, sama halnya saat ini norma akan membagikan sebuah cerpen yang diangkat dari pengalaman norma sendiri. Sebenarnya gak 100% kejadian asli, karena ada tambahan rekayasa untuk mempercantik cerita dalam cerpen ini. Langsung saja kalian simak yah cerpennya.


Sahabat… Kenapa Harus Kamu?
Matahari pagi sudah muncul dari arah timur. Suara ayam berkokok menambah syahdu suasana hari ini. Seperti biasa di hari Rabu pagi ini Risty harus berangkat ke sekolah. Tetapi rupanya dia masih tertidur pulas di tempat tidurnya.
“Risty… ayo bangun! Sudah pagi… Bukankah kamu harus pergi ke sekolah?”, tanya Ibu Risty.
“Iya bu, (Risty menguap) Ini juga mau bangun”, jawab Risty.
“Oh, ya sudah. Sana cepat mandi”, Ibu Risty langsung keluar dari kamar Risty.
“Oke, Bu…”, jawab Risty.
Setelah mandi, Risty segera memakai pakaian sekolahnya dan bersegera menuju ke meja makan. Rupanya sudah jam 7 pagi, itu berarti Risty sudah terlambat untuk pergi ke sekolah.
Setelah sampai di sekolah, memang benar ia terlambat. Dia cemas dan tidak tahu apa yang harus diperbuatnya. Kalau pun pulang ke rumah lagi, pasti Ibunya akan bertanya macam-macam dan juga akan memarahinya. Tak disangka ternyata Indra, teman Risty, juga terlambat.
“Loh, Indra.. kamu terlambat juga yah?”, tanya Risty.
“Iya. Gimana yah cara masuknya?”, jawab Indra cemas.
“Hmm aku juga bingung”, kata Risty sambil menggaruk-garuk kepalanya.
Ternyata Pak Satpam melihat ada dua orang anak yang berdiri di depan gerbang sekolah. Tanpa berpikir panjang, ia langsung membuka gerbang tersebut.
“Ayo masuk! Pelajaran akan segera dimulai”, kata Pak Satpam sambil membuka pintu gerbang sekolah.
“Iya, Pak. Makasih, Pak”, jawab Risty dan Indra yang segera berlari menuju kelasnya masing-masing. Risty ke kelas IX C dan Indra ke kelas IX B.
Bel pulang sekolah telah dibunyikan. Itu artinya semua siswa-siswi SMP CITA KASIH dapat pulang ke rumahnya masing-masing.
“Ris, ngerjain tugas matematika yuk. Besok kan harus dikumpulin”, ajak Sissy saat berjalan keluar dari kelas.
“Oke hari ini di rumah aku jam 4 sore. Kamu harus datang loh, jangan sampai enggak”, jawab Risty tersenyum.
Jawab Sissy “Ya aku pasti datang ke rumah kamu. Aku janji!”
Sissy adalah sahabat baik Risty. Dia satu kelas dengan Risty. Dari kecil, mereka selalu bermain bersama. Mereka selalu bersama dalam keadaan apapun, dimanapun dan bagaimanapun. Risty tahu kalau Sissy sangat menyukai Indra. Oleh sebab itu, dia tidak menceritakan soal keterlambatannya masuk ke sekolah bersama Indra. Dia akan selalu menjaga perasaan sahabat baiknya itu.
Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore.
“Oh Tuhan, kenapa Sissy belum sampai juga? Aku sangat khawatir dengannya”, bisik Risty didalam hatinya.
“Ting tong”, terdengar bel rumah Risty berbunyi. Risty berharap bahwa itu adalah Sissy, sahabat baiknya. Dan ternyata………
“Hai Risty”, sapa Indra memulai pembicaraan.
“H..a…I”, jawab Risty ragu. “Loh kok kamu sih? Bukan Sissy?”, sambung Risty heran.
“Hmm, iya. Aku cuma mau main ke rumah kamu aja, bolehkan?”, jawab Indra.
Risty berkata “Iya boleh kok.”
Rupanya Indra menyukai Risty. Risty juga menyukai Indra. Tapi Risty tidak mau menyakiti perasaan sahabat baiknya, Sissy.
Hari telah berlalu, di hari Kamis pagi ini, seperti biasa Risty pergi ke sekolahnya. Tapi di hari ini dia tidak melihat sahabat baiknya, Sissy. Risty sangat khawatir terhadap sahabatnya itu.
Pulang sekolah dia memutuskan untuk pergi ke rumah Sissy.
“Ting tong”, bel rumah Sissy berbunyi.
“Kreeek”, terdengar bunyi pintu yang dibuka.
“Eh Risty. Ayo masuk”, kata Ibu Sissy.
“Hmm, gak usah tante. Saya buru-buru. Sebenarnya saya cuma mau tanya kenapa yah tante, tadi Sissy gak masuk sekolah?”, tanya Risty ragu.
“Sebenarnya Sissy sedang berada di rumah sakit”, jawab Ibu Sissy dengan perasaan sedih. “Sebaiknya besok kamu ke RS. Harapan Kasih, agar kamu tahu apa yang terjadi dengan Sissy”, sambung Ibu Sissy.
“Baik tante”, jawab Risty sedih.
“Oh Tuhan, apa yang terjadi dengan Sissy? Sahabat baikku…”, kata Risty lirih.
Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Rupanya Risty mengajak Indra untuk menjenguk Sissy, karena Sissy pasti akan senang jika Indra menjenguknya.
Sesampai di RS. Harapan Kasih, Risty melihat sahabatnya itu terbaring lemah tak berdaya, mukanya sangat pucat.
“Sissy, apa yang terjadi pada kamu? Tolong jelaskan padaku? Jangan membuatku cemas seperti ini”, tanya Risty sambil menitikkan air mata.
“Risty sahabatku, kamu tidak usah menangisi apa yang terjadi pada diriku… Aku minta maaf tidak bisa datang ke rumahmu. Padahal aku sendiri yang mengajakmu”, jawab Sissy mencoba mendengarkan Risty.
“Sudahlah, kamu tidak usah minta maaf kepadaku. Tak ada yang perlu dimaafkan. Ayolah.. jelaskan apa yang terjadi pada dirimu. Aku sangat mengkhawatirkan keadaanmu”, tanya Risty.
“Oh.. sahabat, sebenarnya aku mengidap penyakit leukimia, umurku sudah tidak panjang lagi”, jawab Sissy sedih.
“Oh sudahlah jangan bercanda seperti itu. Pasti kau hanya bercanda kan? Minggu depan kita akan ujian nasional, kita akan segera SMA”, kata Risty tidak percaya.
“Tidak sahabat. Aku tidak bercanda. Ini kenyataan”, Sissy meyakinkan.
Risty sedih dan ia lari pulang seakan tidak menerima kenyataan kalau sahabatnya mengidap penyakit yang sangat parah. Sementara Indra juga pulang ke rumahnya dan ikut bersedih atas semua yang menimpa Sissy.
Dua minggu berlalu… Ujian sekolah dilaksanakan dan Risty akan melanjutkan sekolahnya ke SMA Cinta Kasih bersama Indra. Risty selalu meminta Indra agar mau menjenguk Sissy agar Sissy senang. Rupanya dua hari yang lalau Sissy sudah pulang ke rumahnya. Risty dan Indra berencana untuk menjenguknya hari ini. Tapi saat di tengah jalan, mereka melihat Sissy diboncengkan motor dan seperti terburu-buru untuk menuju ke rumah sakit. Langsung saja Risty dan Indra mengejarnya. Dan memang benar, kondisi Sissy sangat kritis, dia tidak bisa bertahan lagi. Dia telah tiada, Tuhan telah menjemputnya. Seketika Risty langsung menangis. “Oh Sahabat mengapa harus kamu? Mengapa secepat ini?”, kata Risty.
Hari akan segera malam, Sissy akan dimakamkan pukul 5 sore.
“Oh Sissy.. bangunlah kembali.. sahabatku”, mohon Risty, “Tuhan kenapa harus dia? Kenapa?”, sambungnya.
“Sudahlah Risty, semua telah terjadi. Waktu takkan bisa diputar kembali. Tabahkanlah hatimu”, kata Indra.
“He’em”, jawab Risty. “Sahabat.. aku takkan pernah melupakanmu”, sambungnya.

SELESAI

Itu dia cerpen sedih dari norma, kalau gak ngena maaf yah. Maklum lah ini tugas waktu kelas 8 SMP. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di bawah yah. Atau mungkin ada yang mau komentar tentang cerpen ini insya Allah saya terima dengan lapang dada.
Sampai bertemu di postingan selanjutnya kawan :)


Komentar

3 tanggapan untuk "Membuat Cerpen Berjudul “Sahabat... Kenapa Harus Kamu?""

Mr Muklis pada 09:31, 07-Okt-16
Sahabat tak akan tergantikan oleh apapun. Meskipun ada kata bangsat di antara persahabatan. Namun, bangsat juga pernah jadi sahabat. Best friends forever :)
Jasa Pembuatan Website Murah pada 11:33, 07-Okt-16
Niche post gan! Jgn lpa kunbal
greysita pada 04:51, 14-Okt-16
wah sedih banget ceritanya



Postingan ini berasal dari blog lama saya ->  http://normayufebriana.mywapblog.com/membuat-cerpen-berjudul-sahabat-kenapa-h.xhtml . Saya memindahkan semua postingan saya di mywapblog dikarenakan mywapblog akan ditutup tanggal  25 November 2016.

Membuat Puisi Ulang Tahun Kota Tegal Berjudul "TEGAL KOTAKU”


August 09, 2016
Setelah beberapa menit yang lalu memposting sebuah dialog drama singkat, kali ini norma akan membawakan sebuah puisi untuk kalian semua. Jangan harap kalau ini adalah puisi romantis yah, kalian salah besar kalau begitu.
Sebenarnya sih puisi ini udah kadaluarsa (kayak makanan ringan aja) karena udah lama banget. Seperti postingan sebelumnya yang lahir pada saat sang pemilik blog kelas 8 SMP, puisi ini pun demikian.
Tujuan dari pembuatan puisi ini adalah untuk memperingati Ulang Tahun Sang Kota Tercinta yaitu Kota Tegal :*. Sebenarnya sih ini tugas dari guru bahasa Indonesia saat itu. Waktu itu saya dan teman-teman satu kelas disuruh buat puisi tentang Kota Tegal dalam waktu itu juga, saat pelajaran Bahasa Indonesia #tragisbanget,ckck. Karena saat itu gak mudah cari inspirasi, tapi akhirnya jadi juga. Kebiasaannya saya kalau bikin tugas mulai paling terakhir tapi selesai lebih dulu, haha.
Tapi tak disangka-sangka besoknya seorang norma yang bikin puisinya sederhana, dipanggil sang guru Bahasa Indonesia dan puisinya terpilih untuk mengikuti lomba. APPAAHHH??? Kenapa gak orang lain coba? Hmmm bukannya saya gak bersyukur, tapi dari semua kelas 8, masa punya saya yang bikin puisi sesingkat-singkatnya yang dipilih sih??… haha.
Akhirnya saya sadar dan segera menyalinnya ke dalam kertas folio agar terlihat rapi. Tentunya dengan sedikit perbaikan dari sang master (sang guru maksudnya). Katanya biar lebih SEMPURNA, kaya judul lagu aja :)
Sudahlah, daripada kalian penasaran, langsung saja baca puisinya di bawah. Jangan keras-keras ya, takut tetangga marah :)

TEGAL KOTAKU

 

Tegal..
Kota yang penuh dengan keramaian,
Kota yang penuh dengan keindahan,
Kota yang penuh dengan harapan,
Kota yang penuh dengan kenangan,
Sarat budaya nan beragam...


Rakyatnya...
Hidup penuh perjuangan...
Dengan semangat gotong royong yang tinggi
Saling menghargai,
Saling menghormati,
Dalam menggapai cita abadi...
Membangun Kota Tegalku Kota Bahari...


Disini...
Ku menaruh harapan
Ku menaruh impian
Ku menaruh cita-cita
Dengan belajar, belajar dan belajar


Hari ini, 12 April 2012
Genap sudah usiamu 432 tahun
Selamat kotaku...
Semoga engkau bertambah jaya
Makmur rakyatnya,
Indah kotanya
Nyaman terasa di setiap hati bangsa


Wahai kotaku tercinta...
Aku bangga dilahirkan di kota ini
Kau begitu banyak kemajuan...


Betapa...
Pantaimu yang indah
Memberikan berjuta kekayaan...
Memberikan kejayaan, kehidupan
Bagi para nelayan...


Taman-taman yang rindang
Menjadi tempat bocah-bocah bermain
Melepas lelah, riang gembira
Penuh gairah...


Oh... Kota Tegal...
Mungkin aku ini hanya secuil orang...
Yang tak berharga
Yang tak dikenal banyak orang...


Tapi...
Aku kenal siapa dirimu...
Karena aku punya
Banyak cerita tentangmu
Yang kutahu dalam
Catatan diarymu
Sejarah Kota Tegal...


Selamat Ulang Tahun Kota Tegal...
Sukses dan jaya selalu...
Oke fix! Gimana? Puisinya bikin baper kalian gak? Haha.. Sepertinya tidak yah.. Baiklah lupakan.. Lebih baik Anda bertanya mengapa saya posting puisi ini. Ya, karena puisi yang gak sengaja ikut lomba dan gak sengaja saya tulis alhamdulillah mendapatkan juara 2. Yippie… Bukannya mau berlebihan atau menyombongkan diri, karena niat saya menulis blog adalah berbagi. Saya juga tidak menyangka jika puisi ini bisa mendapat juara. Dapet juara aja seneng ditambah dapat uang gimana gak guling-guling? Haha..
Baiklah semoga puisi di atas menginspirasi kalian dalam membuat puisi, yang pasti bukan puisi romantis, eh terserah kalian aja lah. Sekalian bikin lagu juga boleh.. :) Jangan lupa untuk meninggalkan komentar kamu di bawah yah. Kasian sekali blog ini, ada pengunjung tetapi tidak ada jejak, bagaimana jika tidak ada pengunjung? Ayolaaahh jangan membuat norma gulung tikar, ckck :p
Jangan lupa main ke postingan sebelumnya ya dan terus nantikan postingan berikutnya.

Komentar

1 tanggapan untuk "Membuat Puisi Ulang Tahun Kota Tegal Berjudul "TEGAL KOTAKU”"

Mr Muklis pada 09:35, 07-Okt-16
Puisinya bagus. Pantes saja dipilih bu guru, buat ikut lomba.



Postingan ini berasal dari blog lama saya ->  http://normayufebriana.mywapblog.com/membuat-puisi-ulang-tahun-kota-tegal-ber.xhtml . Saya memindahkan semua postingan saya di mywapblog dikarenakan mywapblog akan ditutup tanggal  25 November 2016.

Membuat Dialog Drama Sederhana Berjudul “Terpaksa Mencuri”


August 09, 2016
Hai semuanya.. Apa kabar? Sebenarnya tulisan ini sudah lama, cuma ngga sempat posting aja. Ya sudah langsung saja kita ke intinya. Berhubung norma sedang mengamuk di rumah (maksudnya lagi beres-beres semua buku dari mulai TK, SD, TPA, SMP + SMK), daripada semuanya dibuang percuma mendingan saya bagikan saja disini. Iya kan?:) Jadi kali ini norma akan membagikan sebuah tugas waktu kelas 8 SMP. Yaitu tugas untuk membuat sebuah drama, ya drama singkat gitu sih.. Langsung saja simak dialognya di bawah ini :)

Terpaksa Mencuri

Para pelaku drama:
1. Annisa
2. Selvi
3. Leni
4. Norma
5. Afifah
6. Rima

Di siang hari yang panas, para pengurus OSIS sedang mengadakan rapat yang membahas tentang "BAKTI SOSIAL".
Selvi : "Oh iya Norma, sudah berapa banyak uang yang terkumpul untuk bakti sosial?"
Leni : "Iya, sudah berapa?"
Norma : "Kurang lebih ada Rp 800.000,- "
Afifah : "Ya sudah, kalau begitu bagaimana kalau kita segera menyerahkan uang itu kepada orang-orang yang membutuhkan?"
Selvi : "Ya, lebih cepat lebih baik."
Annisa : "Eh teman-teman, Rima nglamun tuh." (dengan nada rendah)
Afifah : "Kagetin aja dia!" (juga dengan nada rendah)
Annisa : "Dooooorr!!!" (sambil menepuk pundak Rima)
Rima : "Jo joko ko joko joko." (kaget dan latah)
Norma : "Wuihhh siapa tuh Joko?? Pacar kamu ya, Rim?"
Semua : "Hahahahaha..."
Leni : "Iyaa pacar Rimaa!! Hahaha..."
Rima : "Iiih.. Bukaan... Dia bukan pacar aku, Joko itu nama kucing aku."
Selvi : "Apa? Nama kucing?" (Heran)
Afifah : "Sudahlah, ayo kita membahas bakti sosial saja, nanti keburu sore!" (jam menunjukkan pukul 2 siang)
Leni : "Iyaa betul itu."
Rima : "Eh teman-teman, aku mau ke WC sebentar ya? Anis temenin aku ya??" (menarik tangan Anis)
Semua : "Iyaaa." (saat semua orang sedang fokus melihat Rima dan Anis, Leni diam-diam mencuri uang di tas Norma)
Afifah : "Oh iya, mana uangnya Nor? Uang untuk bakti sosial."
Norma : "Tunggu sebentar ya.." (membuka tasnya dan mencari uang bakti sosial)
Leni : "Kenapa, Nor? Kok lama banget sih?"
Norma : "Astaghfirullahaladzhim, uangnya tidak ada." (cemas)
Selvi : "Masa sih? Bukannya kamu simpan di dalam tas kamu?"
Leni : "Iya.. Mana mungkin bisa hilang.. Palingan dipakai kamu buat berfoya-foya."
Norma : "Gak... Aku gak kaya gitu, Len"
Afifah : "Iya.. Norma gak mungkin melakukan hal itu. Norma pasti menjaga uang itu baik-baik."(Diam-diam Leni memindahkan uang curiannya ke dalam tas Rima)
Rima : "Assalamu'alaikum." (Rima dan Annisa datang)
Semua : "Wa'alaikumsalam."
Annisa : "Ada apa ini, kenapa semua kelihatan cemas?"
Selvi : "Uang untuk bakti sosial hilang!"
Rima : "Apaa??"
Afifah : "Nor apa kamu sudah memasukkan uang itu ke tas kamu ketika akan berangkat ke sekolah?"
Norma : "Sudah.. Malahan tadi sebelum rapat, uangnya masih ada. Setelah disini, uangnya tidak ada."
Annisa : "Berarti uang itu baru dicuri. Pasti pencurinya diantara kita."
Leni : "Gak mungkin! Pasti uangnya sudah dipakai Norma!!" (suara mengeras)
Norma : "Gak Leni.. Aku gak mungkin nglakuin semua itu. Kenapa sih kamu selalu menuduh aku? Apa sih salah aku sama kamu, Len?"
Afifah : "Sudah sabar, Nor.." (mengelus-elus pundak Norma)
Leni : "Heh.. Salah kamuu tuuh.. " (marah)
Selvi : "Stop, stop, stop.. Sudahlah jangan bertengkar!! Kalian ini seperti anak kecil saja! (ikut marah)
Afifah. : "Kalau begitu, semua tas diletakkan di tengah. Saya akan memeriksanya satu per satu. Sedangkan tas saya akan diperiksa oleh Leni." (Afifah dan Leni segera memeriksa tas satu per satu. Saat memeriksa tas Rima, Afifah menemukan uang bakti sosial itu)
Selvi : "Rimaa? Jadi kamu yang mencuri uang itu?"
Rima : "Gak.. Aku gak mencuri uang itu.." (cemas)
Leni : "Hahaha mana ada maling mau ngaku, kalau ada pasti penjara penuh!" (sinis)
Annisa : "Sudahlah Leni, jangan memperburuk suasana."
Norma : "Rima, kamu gak mencuri uang itu kan?"
Rima : "Gak, aku gak mencuri uang itu, Nor." (wajah memelas)
Norma : "Aku percaya sama kamu Rim."
Annisa : "Jadi siapa yang mencuri uang itu?"
Afifah : "Kalau Rima kayaknya gak mungkin. Dia kan tadi ke WC bareng kamu, Annisa." (menunjuk Annisa)
Selvi : "Iya.. Rima pasti difitnah!!"
Norma : "Terus.. Siapa pelakunya?"
Annisa : "Menurutku sih Leni, dia kan benci sama Norma."
Leni : "Apa sih kamu, Nis. Jangan ngefitnah gitu. Aku gak mungkin nglakuin hal serendah itu! Lagian apa untungnya." (Leni marah) "duuut" (suara kentut Leni)
Afifah : "Loh kok ada suara kentut? Siapa yang kentut?"
Annisa : "Leni lah.. Dia kan kalau berbohong suka kentut."
Selvi : "Jadi benar kalau yang nyuri uang itu Leni?"
Rima : "Iya, Len? Kamu jujur aja, Len. Kalau terbukti kamu yang nyuri, kita masih mau jadi temen kamu kok, kita juga bakal maafin kamu.. Iya kan temen-temen?"
Semua : "Iyaa."
Selvi : "Iya, Len." (mendesak Leni)
Leni : "Eh.. Eh.. Ehe.. Ehe.. Iya!! Emang aku nyuri!! Kenapa?" (tegas Leni)
Afifah : "Astaghfirullahhaladzhim.. Kenapa kamu ngelakuin semua itu, Len?"
Leni : "Ak .. Ak .. Akuu.. Sebenarnya aku lagi butuh uang buat beli obat untuk Ibu aku. Dia lagi sakit parah."
Norma : "Len, kalau kamu bilang dari awal, kita pasti bantu kamu, Len!"
Leni : "Maafin aku ya, Nor!! Aku udah jahat banget sama kamu."
Norma : "Iya.. Aku maafin. Tapi jangan diulangin lagi ya?"
Leni : "He'emp!! Semua maafin aku ya? Rima aku minta maaf?" (menjulurkan tangan ke Rima)
Rima : "Iya Len.. Gak papa."
Semua : "Iya Leni.. Kami semua maafin kamu."
Annisa : "Aku juga minta maaf Len, udah nuduh kamu. Tapi tebakan aku benar kan?"
Semua : "Hahahaha."

SELESAI

Nah, itu dia dialog dari drama singkatnya. Maaf banget kalau gak menginspirasi teman-teman semua, ckck. Tapi semoga sih menghibur kalian yaa :) Jangan lupa buat meninggalkan jejakmu di kolom komentar ya. Terus pantengin blog ini karena isinya sesuatu yang insya Allah bermanfaat untuk kalian yang gak bakal kalian temukan di blog lain. (yaiyalah.. orang ngepost tugas sendiri terus,ckck) Sampai berjumpa di postingan selanjutnya :)


Postingan ini berasal dari blog lama saya ->  http://normayufebriana.mywapblog.com/membuat-dialog-drama-sederhana-berjudul.xhtml . Saya memindahkan semua postingan saya di mywapblog dikarenakan mywapblog akan ditutup tanggal  25 November 2016.